Brutal! Kepala Desa Sukaraharja Diduga Aniaya Warga Pengkritik di Depan Umum Saat Forum Desa

 


Indonesia news cover
 

Cianjur, 8 April 2026 – Kasus dugaan kekerasan yang melibatkan seorang Kepala Desa di Sukaraharja, Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, kini menjadi perhatian serius masyarakat luas. Budi Rahman, sang Kepala Desa, diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang warga sekaligus vlogger dan jurnalis lokal bernama Ardiansah alias Dion, yang dikenal vokal mengkritik kondisi infrastruktur desa, terutama jalan poros desa yang rusak parah.

 

Peristiwa berlangsung pada Minggu, 5 April 2026 sekitar pukul 11.00 WIB di Aula Desa Sukaraharja yang tengah menggelar kegiatan pembinaan masyarakat. Korban, Dion, diketahui aktif menyuarakan kritik melalui platform media sosial seperti Facebook dan TikTok, menyoroti kerusakan jalan yang menghambat akses masyarakat.

 

Kejadian berawal saat forum membahas kasus pencurian padi dan bahaya narkoba. Dion telah menyelesaikan masalah kerugian akibat padi curian secara kekeluargaan dengan memberikan ganti rugi berupa uang tunai dan surat pernyataan bermaterai. Namun, saat sesi diskusi, Kepala Desa diduga tiba-tiba melakukan tindakan fisik.

 

Menurut pengakuan korban, Kepala Desa Budi Rahman menyambutnya dengan sikap agresif. Tanpa peringatan, Budi diduga memiting leher Dion dari belakang, menarik pakaiannya, dan mencekram mulut korban di hadapan warga yang hadir. Tindak kekerasan ini mengejutkan seluruh peserta dan menimbulkan keprihatinan mendalam.

 

Upaya konfirmasi ke pihak Kecamatan Kadupandak membuahkan pernyataan dari Sekretaris Kecamatan, Mumun Hamudin, S.H., M.M., yang menyampaikan bahwa pihaknya akan segera memanggil Kepala Desa untuk dilakukan mediasi. “Kami berupaya menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan dan menjaga kondusifitas wilayah,” ujarnya.

 

Namun sayangnya, hingga berita ini diterbitkan, Budi Rahman belum merespons panggilan media maupun memberikan klarifikasi resmi.

 

Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan dan pertanyaan besar mengenai kepemimpinan dan perilaku aparat di tingkat desa. Sejumlah tokoh masyarakat dan organisasi menuntut agar tindakan kekerasan terhadap warga yang menyampaikan kritik tidak dibiarkan terjadi dan menjadi preseden buruk.

 

“Pemimpin desa seharusnya menjadi panutan dan mediator, bukan justru melakukan agresi terhadap warga,” ujar salah satu tokoh masyarakat.

 

Kasus ini juga menyoroti pentingnya mekanisme pengawasan yang ketat terhadap aparatur pemerintahan desa agar terhindar dari penyalahgunaan kewenangan dan kekerasan terhadap masyarakat. Masyarakat berharap aparat hukum dapat menindaklanjuti laporan ini dengan transparan dan tegas sesuai hukum yang berlaku.

 

Ketegangan yang terjadi dalam forum desa ini menjadi cermin kritis perlunya penguatan demokrasi lokal dan hak warga untuk menyampaikan aspirasi tanpa takut mengalami intimidasi atau kekerasan.

 

Perlindungan hukum dan penghormatan terhadap hak asasi manusia wajib menjadi prioritas di semua tingkat pemerintahan, termasuk di pemerintahan desa.

 

Redaksi Indonesianewscover.com akan terus mengikuti perkembangan kasus ini dan memberikan update terkini untuk memastikan kebenaran dan keadilan terwujud.

:Red

Posting Komentar untuk "Brutal! Kepala Desa Sukaraharja Diduga Aniaya Warga Pengkritik di Depan Umum Saat Forum Desa"