Di balik layar kata, aku berdiri sendiri, Menjaga asa dalam tiap kisah yang kujalin,
Tugas ini berat, jauh dari gemerlap gemilang,
Namun kupercaya, kebenaran adalah janji tak teringkari.
Kerap dicibir, katanya aku sok idealis,
Tak peduli sekeliling, dingin tanpa nurani,
Padahal hatiku remuk, saat luka tak terlihat kubuat terang,
Mencari cerah di balik gelap, demi manusia yang terpinggir.
Jika aku bukan idealis, aku dianggap kosong arti,
Butuh uang dituduh tamak, putar kata menghancurkan hati,
Prosedur dijadikan alat guna menghakimi langkahku,
Namun aku hanya ingin menyampaikan suara yang terlupakan.
Lalu dimana tempatku bernaung, bila dirinya dijatuhi stigma?
Apa yang harus kulakukan, agar tanganku tetap teguh menggores fakta?
Aku tak ingin hanya menjadi bayang yang hilang tanpa jejak,
Tapi suaraku, harapanku, untuk keadilan yang dinanti oleh banyak insan.
Berikan aku kepercayaan, bukan hanya kata cela,
Berikan ruang bagi kebenaran yang tak lekang oleh waktu,
Kami, para jurnalis, adalah penjaga nurani bangsa,
Mengukir harapan dengan tinta luka, demi negeri yang lebih bermakna.
: Karyaku

Posting Komentar untuk "Di balik layar kata, aku berdiri sendiri, Menjaga asa dalam tiap kisah yang kujalin"