Polemik Pasar Citeureup 2 Memanas: Hartono CS dan Direksi Perumda Diduga Gandeng Bupati Bogor untuk Kuasai Pasar

 


Indonesia news cover
 

Bogor 28-07-2026 Konflik berkepanjangan yang melibatkan keluarga besar Direksi asli PT. Javana Artha Buana (PT. JAB) dengan jajaran Perumda Pasar Tohaga Kabupaten Bogor semakin memanas. Kuasa Direksi PT. JAB, Rony Pasanea, mengungkap dugaan kuat keterlibatan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, dalam mendukung upaya penguasaan pasar Citeureup 2 oleh Hartono CS dan jajaran Direksi Perumda. Pernyataan ini disampaikan dalam wawancara eksklusif pada Sabtu malam (25/7/2026).

 

Menurut Rony, Hartono CS diduga memanfaatkan dana besar dari hasil manipulasi administratif, rekayasa identitas, dan berbagai cara yang tidak transparan untuk mengambil alih saham milik bosnya, Hawanto Candranata—sebagai pemilik asli PT. JAB. Rony menegaskan bahwa dukungan politik turut diberikan melalui keterlibatan Bupati sebagai bagian dari strategi menguatkan posisi mereka di pasar tersebut.

 

"Pihak Hartono dan para direksi Perumda sepertinya berupaya keras mengamankan potensi pendapatan pasar dengan melibatkan Bupati Bogor saat ini, demi mempertahankan kontrol secara penuh terhadap Pasar Citeureup 2," ujar Rony.

 

Selama bertahun-tahun, konflik ini belum juga menemukan titik terang. Meski beberapa bupati telah berganti, dari Rachmat Yasin, Nurhayanti, Ade Yasin, Iwan Setiawan, hingga PJ Bupati Asmawa Tosepu, polemik itu terus berlarut dan kerap berujung pada manipulasi keputusan oleh pihak yang disinyalir memiliki pengaruh besar, yakni Hartono CS.

 

Rony mengecam keras praktik yang dilakukan oleh Hartono CS dan jajaran Direksi Perumda Tohaga yang dianggapnya sebagai tindakan melawan hukum. Ia bahkan mengungkapkan bahwa selama menjalin kerjasama, pihaknya justru menjadi korban berbagai bentuk penipuan dan pengkhianatan, termasuk manipulasi administrasi dan rekayasa keuangan.

 

Menariknya, saat ini kuasa hukum PT. JAB sudah mengantongi sejumlah data dan informasi penting yang dipercayai dapat membongkar praktik kotor tersebut, dengan berasal dari sumber terpercaya di dalam Perumda sendiri. Namun demikian, Rony enggan mengungkapkan identitas dan rincian informasi itu demi menjaga kerahasiaan proses hukum yang sedang berjalan.

 

"Kami percaya data dan bukti yang kami miliki ini akan menjadi senjata ampuh untuk menuntaskan polemik ini dan membuktikan kebenaran kepada publik," jelasnya.

 

Sementara itu, upaya konfirmasi kepada jajaran Direksi Perumda Pasar Tohaga, Pemda Kabupaten Bogor, dan Bupati Rudy Susmanto tidak membuahkan hasil. Jajaran pejabat terkait belum memberikan komentar resmi mengenai tudingan tersebut hingga berita ini diterbitkan.

 

Dalam perkembangan kasus ini, banyak pengamat dan masyarakat menilai masalah tersebut bukan semata soal pengelolaan pasar, tapi juga indikasi kuat praktik politik uang dan penyalahgunaan kekuasaan yang merusak tata kelola pemerintahan daerah.

 

Dengan dinamika yang terus berkembang, redaksi berkomitmen untuk terus mengawasi dan memberi pemberitaan yang objektif serta berimbang demi kepentingan publik dan penegakan keadilan.

:DK

Posting Komentar untuk "Polemik Pasar Citeureup 2 Memanas: Hartono CS dan Direksi Perumda Diduga Gandeng Bupati Bogor untuk Kuasai Pasar"